Senin, 03 Maret 2014

BHINNEKATUNGGALIKA ITU JUGAADA DI JAWATIMUR

BHINNEKATUNGGALIKA ITU JUGAADA DI JAWATIMUR
Jawa Timur terletak di Jawa sebelah timur. Daerah ini mempunyai wilayah yang luas di antara daerah lain di Jawa.
Dan Jawa Timur sendiri merupakan daerah terunik di antara daerah lain di Jawa. Di daerah ini mempunyai empat
suku yang semuanya asli daerah ini. Diantara suku Jawa sendiri, ada SUKU MADURA, SUKU OSING dan
SUKU TENGGER. Dari ke empat suku ini ada tiga suku yang pernah besar sebagai kerajaan yang pernah ada di
JAWATIMUR. Banyak orang yang salah mengartikan atau memaknai dari segi bahasa yang berada di sepanjang
pesisir utara Jawa Timur dari LAMONGAN kearah timur sampai SITUBONDO. Bahasa ini banyak dikatakan
bahasa kasar atau bahasa yang tidak mengenal strata sebagai mana bahasa yang ada di JAWAmaupunMADURA.
Terutama yang berada di daerah SURABAYA dan SIDOARJO dan sebagian MALANG. Bahasa ini sebenarnya
pengantar informasi di antara ke empat suku yang berada di JAWA TIMUR. Disini sebenarnya BHINNEKA
TUNGGALIKAsudah terlihat. Bagaimana mungkin bahasa jawa seandainya dipakai sebagai alat komunikasi di
JAWATIMUR?Mungkin orang MADURAakan kesulitan untuk menerjemahkan. Belum lagi dengan tingkatan
yang ada di bahasa Jawa sendiri. Disinilah letak keunikan yang sekarang dikenal dengan bahasa POJOK
KAMPUNG. Bahasa pojok kampung sendiri mempermudah komunikasi antar suku yang ada di empat suku tadi.
Ini adalah keunikan dari JAWA TIMUR sendiri. Jadi alangkah bijak kalau kita justru bangga dengan keadaan
masyarakat jawa timur yang sudah bisa memfasilitasi keberadaan keempat suku tadi dengan bahasa pojok
kampungnya ini. Kami harap suku JAWA sendiri yang dari luar JAWA TIMUR mau memahami keberadaan
plurarisme yang sudah dipunyai JAWA TIMUR sendiri. Karena sebenarnya ini adalah bahasa pemersatu untuk
saling bisa berkomunikasi di antara keempat suku tadi. Dan ini sudah berjalan sangat lama sekali. Ini bisa dilihat
dari begitu kuatnya bahasa ini dengan tidak terpengaruh bahasa yang masuk kedaerah ini denganmenambah kosa
kata yang sudah baku. Ini menandakan lamanya bahasa ini berkembang dan dikuatkan dengan keadaan peradaban
yang terbentuk begitu lama dan sudah kuatnya keempat suku ini saling berkolaborasi.Bandingkan dengan
BAHASAINDONESIAyang masih baru dan mencari bentuk.Begitu mudahnya bahasa Indonesia inidipengaruhi
bahasa daerah maupun bahasa asing. Sebagai masyarakat JAWA TIMUR, kita harus bangga dan tidak
mengkerdilkan bahasa POJOKKAMPUNGini.
Dari segi pakaian adatpun kita tidak bisa memaksakan harus memakai pakaian salah satu suku yang ada tadi.Coba
perhatikan dari pakaian tari REMO/REMONG sendiri. Ini sebenarnya perpaduan pakaian adat yang ada di
keempat suku tadi. Anda tidak bisa memaksa orang jawa timur terutama di pesisir pantai utara dari barat ketimur
daerah jawa timur untuk memakai blangkon atau memakai bajuMadura ataupun Osing. Baju-baju remong sendiri
adalah murni dari kombinasi ke empat suku yang ada di daerah JAWATIMUR. Ini harus di mengerti oleh
pendatang yang mempersoalkan bahasa maupun pakaian adat di JAWA TIMUR. BLANGKON memang indah,
tapi tidak bisa memfasilitasi suku yang ada di JAWATIMUR. Di JAWATIMUR sebagai penutup kepala adalah
UDENG. Dari keempat suku yang berkembang ini semuanya sangat mengenal penutup kepala ini dengan nama
UDENG. Coba perhatikan udeng-udeng yang ada di Jawa Timur? Dan coba perhatikan udeng yang ada di pakaian
remong. Disitu jelas-jelas ada pengaruh dari keempat suku tadi. Dan coba perhatikan dari pakaian remong? Ada
MADURANYA, JAWA, OSING dan dari SUKU TENGGER. Sangat indah kebersamaan yang tercipta di JAWA
TIMURtanpa harus denganSUMPAHPEMUDA. Bukannya mengecilkan arti SUMPAHPEMUDAsendiri yang
lebih luas rasa persatuannya. Tapi di JAWATIMUR sendiri sudah ada kesepakatan yang tidak tertulis dan sampai
detik ini masih begitu kuat di ikuti oleh masyarakat JAWATIMUR. Tapi justru ada yang mengaku PEMANGKU
ADAT tapi tidak mengerti adat daerah ini dan memaksakan diri untuk memakai adat yang jelas-jelas tidak akan
dimengerti oleh yang ada di JAWA TIMUR sendiri. Dan ironisnya sang pemangku adat ini mengklaim bahwa
orang JawaTimur tidakmengerti unggah ungguh. Padahal justru inilah ciri masyarakat yang begitumulti cultural.
Untuk menyambungkan keadaan ini sebenarnya masyarakat di daerah ini cukup sederhana untuk membedakan
unggah ungguh bahasa antar suku yang ada ini. Pembedaannya hanya lewat intonasi suara. Di nada sebenarnya
sudah bisa dimengerti bagaimana orang itu marah atau pembicaraan bersahabat. Kata JANCUK pun tidak bisa
dikatakan bahasa yang kasar. Ini bisa dilihat dari intonasi yang berbicara tersebut. Karena kata jancuk sendiri
sebenarnya mengandung dua arti yang berbeda. JANCUK bisa diartikan mengakrabkan diri dengan yang diajak
bicara atau JANCUK yang lain bisa di artikan kemarahan terhadap yang diajak bicara. Yang jelas daerah JAWA
TIMUR adalah salah satu daerah unik di JAWA, dan sebenarnya BHINNEKATUNGGAL IKAitu sudah jauh di
kenal di daerah ini. Semoga tulisan ini bisa dipahami olehmasyarakat yang baru menginjak daerah JAWATIMUR.
Dan selamat datang bagi para tamu-tamu dari daerah lain danmaumemahami keberadaan empat suku yang berada
di JAWA TIMUR tercinta. Dan suku-suku ini asli putra putri JAWA TIMUR. Dan suku-suku ini pernah
membesarkan JAWATIMUR tanpa punya rasa saling besar diantara suku-suku yang ada. Kita contohkan SUKU
JAWAyang punyaMOJOPAHIT ataupun SUKU OSING yang pernah punya BLAMBANGAN. Sekali lagi kami
menyambut kedatangan teman-teman dari luar daerah Jawa timur. Dan kami minta mau memahami keadaan
masyarakat JAWATIMUR yang multi cultural ini. Ini adalah pemberian terbesar TUHAN terhadap masyarakat
JAWATIMUR yang mungkin akan sulit bisa ditiru oleh masyarakat di Jawa yang lain. BHINNEKATUNGGAL
IKA.
LASWET-Mbah Jimat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar